May
20 Wednesday

Haul Akbar Syekh Samman Al Madani 2026 di Jakarta: Jadwal & Lokasi

Wed 20 May 2026 6:00 pm -
Masjid Jami Babussalam, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan

Description

Haul Akbar Syekh Samman Al Madani 2026 di Jakarta: Jadwal & Lokasi

Kabar gembira bagi para pecinta auliya dan pencari keberkahan di ibu kota. Haul Akbar dan Pembacaan Manaqib wali quthub, Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani Al-Hasani, akan kembali digelar. Majelis mulia ini akan diselenggarakan pada hari Rabu, 20 Mei 2026, dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah, bertempat di Masjid Jami Babussalam, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pengajian tahunan ini telah menjadi oase ruhani di tengah kesibukan metropolitan Jakarta. Ini adalah sebuah kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk menyambungkan sanad ruhani kepada para kekasih Allah SWT dan meraih keberkahan (tabarrukan) dari majelis ilmu yang penuh cahaya. Acara ini terbuka untuk umum, dengan catatan dikhususkan bagi jamaah laki-laki.

Jadwal Haul Akbar Syekh Samman Al Madani 2026

Agar para jamaah dapat mempersiapkan diri dengan baik dan tidak ketinggalan rangkaian acara, panitia penyelenggara dari Masjid Jami Babussalam telah merilis jadwal resmi. Pastikan untuk mencatat detail berikut:

  • Acara: Haul Akbar Syekh Samman Al Madani & Pembacaan Ratib
  • Hari, Tanggal: Rabu, 20 Mei 2026
  • Waktu: Dimulai sejak Sholat Maghrib Berjamaah hingga selesai
  • Lokasi: Masjid Jami Babussalam, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rangkaian Inti: Sholat Maghrib Berjamaah, Pembacaan Ratib, Pembacaan Manaqib Syekh Samman, Tausiyah, dan Doa
  • Peserta: Umum (Khusus Jamaah Laki-Laki)

Bagi jamaah yang berhalangan hadir secara fisik, panitia juga menyediakan fasilitas siaran langsung (live streaming). Keberkahan pengajian ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi masjid di Instagram dan YouTube @masjidjamibabussalam. Ini adalah wujud komitmen dakwah agar manfaat majelis dapat dirasakan lebih luas.

Mengenal Sosok Syekh Samman Al Madani, Sang Ghauts Zaman

Menghadiri haul seorang ulama besar tidak akan lengkap tanpa mengenal sekilas kemuliaan sosoknya. Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani adalah seorang ulama besar, sufi agung, dan wali quthub yang hidup pada abad ke-18 Masehi. Beliau merupakan figur sentral dalam dunia tasawuf, khususnya sebagai pendiri Tarekat Sammaniyah.

Nasab Mulia dan Perjalanan Intelektual

Beliau lahir di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah dan memiliki nasab yang mulia, bersambung hingga kepada Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu kesayangan Baginda Rasulullah SAW. Sejak belia, Syekh Samman telah menunjukkan kecerdasan luar biasa dan gairah mendalam terhadap ilmu agama.

Perjalanan ilmunya ditempuh dengan berguru kepada para ulama terkemuka di Haramain (Makkah dan Madinah). Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari fiqih, hadits, tafsir, hingga ilmu tasawuf. Dalam dunia tasawuf, beliau mengambil baiat dari berbagai tarekat mu’tabarah seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syadziliyah, dan Khalwatiyah, sebelum akhirnya menyusun metode suluknya sendiri.

Pendiri Tarekat Sammaniyah yang Mendunia

Dari perpaduan ajaran-ajaran tersebut, dengan izin Allah SWT dan bimbingan ruhani, beliau kemudian menyusun sebuah metode dzikir dan suluk yang dikenal sebagai Tarekat Sammaniyah. Tarekat ini menekankan pada dzikir jahr (suara keras) dan keseimbangan sempurna antara syariat dan hakikat. Ajarannya menyebar luas hingga ke Nusantara, dan memiliki pengaruh besar di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi, dianut oleh banyak ulama dan kesultanan di masa lalu.

Memaknai Bait Syair Agung Syekh Samman

Dalam banyak manaqib dan pamflet acara haul beliau, seringkali tercantum sebuah bait syair yang sangat masyhur. Syair ini merupakan ungkapan tentang kedudukan spiritual yang dianugerahkan Allah kepadanya.

أَنَا الْإِمَامُ أَنَا الْقُطْبُ الشَّهِيرُ أَنَا * غَوْثُ الْأَنَامِ أَنَا السَّمَّانُ ذُو الْمَدَدِ

“Ana al-imamu ana al-quthbu asy-syahiru ana, ghautsu al-anami ana as-sammanu dzu al-madadi.”

Artinya: “Akulah sang imam, akulah sang quthub yang masyhur. Akulah penolong seluruh manusia, akulah As-Samman pemilik pertolongan (madad).”

Penjelasan dari Sudut Pandang Tasawuf Aswaja

Bagi orang yang tidak memahami adab dan terminologi dalam dunia tasawuf, kalimat ini bisa disalahpahami sebagai bentuk kesombongan. Namun, dalam manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, ungkapan semacam ini dipahami sebagai tahadduts bin ni’mah.

Ini adalah menceritakan nikmat dan anugerah maqam (kedudukan) yang Allah berikan, bukan untuk berbangga diri, melainkan untuk menunjukkan kebesaran Allah yang telah mengangkat derajat hamba-Nya. Gelar seperti Al-Quthb (poros) dan Al-Ghauts (penolong agung) merujuk pada tingkatan spiritual tertinggi seorang wali pada zamannya, tentu semua atas izin dan kehendak Allah SWT.

Panduan Lokasi dan Akses Menuju Masjid Jami Babussalam

Masjid Jami Babussalam terletak di lokasi yang cukup strategis di kawasan Segitiga Emas Jakarta, sehingga relatif mudah dijangkau oleh para jamaah dari berbagai penjuru Jabodetabek.

Alamat Lengkap dan Rute Kendaraan

Masjid Jami Babussalam berlokasi di wilayah Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan. Untuk rute terbaik, jamaah yang menggunakan kendaraan pribadi sangat disarankan untuk menggunakan aplikasi peta digital seperti Google Maps atau Waze dengan kata kunci “Masjid Jami Babussalam Karet Kuningan”. Jamaah diimbau untuk datang lebih awal guna mendapatkan lokasi parkir yang nyaman.

Akses Transportasi Umum

Lokasinya yang berada di pusat kota menjadikan masjid ini salah satu pusat pengajian di Jakarta yang mudah diakses. Jamaah dapat menggunakan berbagai moda transportasi umum:

  • KRL Commuter Line: Turun di Stasiun Sudirman atau Stasiun Tebet, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek online.
  • TransJakarta: Menggunakan koridor yang melintasi Jalan HR Rasuna Said (misalnya Koridor 6), turun di halte terdekat lalu berjalan kaki atau menyambung transportasi lain.
  • MRT Jakarta: Turun di Stasiun MRT Setiabudi Astra, kemudian melanjutkan dengan ojek online atau taksi.

Pentingnya Menghadiri Haul dalam Tradisi Aswaja

Mengadakan dan menghadiri haul merupakan salah satu jenis majelis luhur dalam Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang diwariskan oleh para ulama salafus shalih. Haul bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah majelis ilmu dan dzikir yang sarat dengan faedah dan keberkahan.

Tujuan utama haul adalah untuk mendoakan almarhum, mengenang jasa-jasa dan perjuangan dakwahnya, serta meneladani akhlak mulia dan semangat keilmuannya. Selain itu, berkumpulnya orang-orang saleh dalam satu majelis untuk berdzikir dan berdoa diyakini menjadi sebab turunnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Ini adalah bentuk mahabbah (cinta) dan tabarrukan (mencari berkah) dengan wasilah para kekasih Allah, sebuah amalan yang memiliki dasar kuat dalam tradisi keilmuan Islam.

Mari kita niatkan kehadiran kita di Haul Akbar Syekh Samman Al Madani ini sebagai wujud cinta kepada para auliya dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ajak keluarga, sahabat, dan kerabat untuk bersama-sama meraih keberkahan di majelis mulia ini. Bagikan informasi berharga ini agar semakin banyak yang dapat merasakan manfaatnya.

Add A Review

Refund Policy

4

Send Message

Send mail success

Send mail failed

Please enter input field

reCAPTCHA verification failed. Please try again.